Pendidikan Sejarah Sebagai Pedoman Arah Gerak Pemuda

Penulis : Rusmiyati, S.Pd.

Pendidikan merupakan lembaga sosial yang bertugas menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing dengan individu lainnya. Selain menciptakan individu ​​unggul pada bidang akademik, pendidikan juga harus mampu membangun karakter kepribadian yang mulia, sehingga diharapkan setelah menerima pendidikan, selain memiliki kemampuan pada bidang akademik, individu juga mampu berhubungan dengan baik di lingkungan masyarakat. Pendidikan dapat menjadi pedoman dalam bertindak baik dan benar. Pendidikan merupakan sarana mengembangkan kesadaran diri pemuda terkait dengan kehidupan, sikap dalam bertindak sehingga pemuda dapat membedakan antara benar dan salah, baik dan buruk dalam kehidupannya di tengah masyarakat.

Mata pelajaran sejarah merupakan salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter pemuda. Sartono Kartodirdjo dalam (Susanto, 2014: 35) berpendapat bahwa dalam konteks pembangunan bangsa, pengajaran sejarah tidak sekedar berfungsi memberikan pengetahuan sejarah sebagai kumpulan informasi tentang fakta sejarah, tetapi juga bertujuan untuk menyadarkan pemuda atau membangkitkan pemikiran sejarah masing-masing pemuda.

Pendidikan sejarah pada dasarnya adalah penanaman rasa waktu (sense of time), tanpanya orang akan kehilangan orientasi waktunya, I Gede Wijaya (dalam Susanto, 2014:42). “Mempelajari sejarah adalah belajar menghargai waktu, menghargai peristiwa yang telah terjadi, dan menjadi pelajaran bagi kehidupan yang dijalani sekarang dan yang akan datang.”

Menurut M Ali (dalam Susanto, 2014: 57) pembelajaran sejarah memiliki tujuan sebagai berikut: (1) Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kebangsaan; (2) Membangkitkan cita-cita mewujudkan cita-cita nasional pada segala bidang; (3) Membangkitkan keinginan untuk mempelajari sejarah nasional dan mempelajarinya sebagai bagian dari sejarah dunia; dan (4) Menyadari cita-cita bangsa dan perjuangan mewujudkan cita-cita tersebut setiap saat.

Materi yang terkandung dalam mata pelajaran sejarah memiliki ciri yang kuat dalam menyajikan bagaimana sejarah perjuangan bangsa dan aspirasi generasi sebelumnya dalam upaya mewujudkan cita-cita bersama sebagai bangsa yang berdaulat, serta nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa penting nasional. akan menumbuhkan karakter seperti cinta tanah air dan semangat kebangsaan yang akan menimbulkan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa ini.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sejarah menitikberatkan pada penanaman nilai-nilai karakter yang kuat, kemampuan mewujudkan cita-cita kebangsaan, dan kemampuan membangkitkan cita-cita untuk memiliki kesadaran dan minat terhadap sejarah, kesadaran akan pentingnya sejarah, budaya dan penanaman jiwa kebangsaan terhadap tanah air, bangsa dan negara. Pedoman pembelajaran sejarah inilah yang perlu ditanamkan oleh para pendidik sejarah kepada pemuda agar senantiasa memandang sejarah sebagai hal yang sangat penting untuk dipelajari dan sebagai penunjang pembentukan karakter pendidikan. Dengan karakter yang terbentuk dan terdidik, maka para pemuda akan menjalani kehidupan yang berpedoman pada nilai dan prinsip yang jelas.

Refrensi

Rulianto, R., 2018. Pendidikan Sejarah Sebagai Penguat Pendidikan Karakter. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial4(2), pp.127-134.

Susanto Heri. 2014. Seputar Pembelajaran Sejarah, Isu, Gagasan Dan Strategi Pembelajaran. Yogyakarta Aswaja Presindo

Rusman. 2012. Model- Model Pembelajaran, Jakarta PT Raja Grafindo Persa