
Kementrian Kesehatan menggulirkan program vaksinasi nasional dalam rangka penanggulangan pandemi Covid 19. Ketentuan ini tertuang dalam peraturan Menteri Kesehatan nomor 18 tahun 2021 yang disahkan Menteri pada 22 Mei 2021 yang menggantikan peraturan Menteri Kesehatan nomor 10 tahun 2021. Pembaruan ketentuan merupakan upaya kementrian Kesehatan untuk mempercepat program vaksinasi dalam rangka mencapai kekebalan kelompok dengan terus menerus memperhatikan kebutuhan vaksinasi covid-19 di Indonesia.
Sasararan program vaksinasi Nasional adalah seluruh warga negara dengan ketentuan berusia 12 tahun sampai 17 tahun vaksin remaja, usia 18-59 vaksin umum, dan diatas 60 th vaksin lansia. Peserta didik SMA Negeri 1 Karangreja yang rata-rata berusia di bawah 18 tahun termasuk kategori mendapatkan pelayanan vaksinasi remaja. Dalam pelaksanaan program vaksinasi sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Karangreja. Program ini selaras dengan persiapan pembelajaran tatap muka yang akan diselenggarakan di SMA Negeri 1 Karangreja. Drs. Joko Widodo, M. Pd, Kepala SMA Negeri 1 Karangreja mengemukakan bahwa “sekolah menyambut baik program vaksinasi Covid 19 dengan alokasi 600 dosis vaksin untuk peserta didik. Dengan program tersebut kami optimis, untuk pelaksanaan PTM kedepan. Kegiatan PTM sudah benar-benar dirindukan peserta didik SMA Negeri 1 Karangreja.”
Menindaklanjuti hasil rapat Pembahasan Persiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 10 September 2021 di SMPN 2 Karangreja memutuskan untuk pemberian vaksin terhadap 600 peserta didik SMA Negeri 1 Karangreja yang pemberiannya terbagi menjadi 3 tahap. Vaksinasi dilaksanakan pada hari Rabu, Jum,at dan Senin, 15, 17 dan 20 September 2021. Pelaksanaan vaksin dilaksanakan di Puskesmas Karangreja karena SMA Negeri 1 Karangreja sedang melakukan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Tahap I. Jadi tidak mungkin vaksinasi dilakukan di sekolah karena akan mengganggu proses pembelajaran.
Puskesmas menyiapkan sarana dan prasarana untuk vaksinasi. Sementara sekolah yang dikoordinir Waka Kesiswaan, Novi Paryanti, S. Pd mengkoordinir peserta didik dengan membuat jadwal. Hari Rabu, dijadwalkan untuk vaksinasi kelas XI sejumlah 200 peserta didik. Hari Jum’at dijadwalkan untuk vaksinansi kelas X sejumlah 200 peserta didik dan hari Senin dijadwalkan untuk vaksinasi kelas XII sejumlah 200 peserta didik. Untuk menghindari kerumunan, sekolah membuat jadwal kedatangan peserta didik. Shift pertama pada pukul 07.00 – 08.00 untuk nomor urut 1-70, shift kedua pada pukul 08.00 – 09.00 untuk nomor urut 71-140 dan shift ketiga pada pukul 09.00 – 10.00 untuk nomor urut 141-200. Namun karena pada hari Rabu dan Jum’at masih ada Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, sehingga peserta didik kelas X dan kelas XI yang masing-masing sejumlah 32 peserta didik dijadwalkan vaksin pada hari Senin dan digantikan oleh peserta didik kelas XII sejumlah 64 peserta didik.
Pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan dengan lancar. Beberapa guru dan karyawan membantu pihak Puskesmas untuk mengkoordinir peserta didik. Ada yang membantu absen peserta didik, membagi nomor urut, mengarahkan dan mendokumentasikan proses vaksinasi. Pihak Puskesmas terbagi menjadi beberapa stand, stand tensi, stand pendataan, stand screening, stand vaksin dan stand bukti vaksin. Pelaksanaan vaksin juga dibantu oleh Saka Bhakti Husada Karangreja yang anggotanya adalah peserta didik SMA Negeri 1 Karangreja sejumlah 4 orang.
Kesuksesan program vaksinasi untuk peserta didik memunculkan optimisme pada pencegahan penularan covid 19 yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 1 Karangreja. Dengan tercapainya target vaksinasi peserta didik sebesar 70% maka sekolah termasuk kategori kelompok terlindungi. Maknanya peserta didik yang telah di vaksin imunitasnya meningkat dan dapat melindungi 30 % peserta didik yang belum di vaksinasi. Kami berharap pandemic segera berlalu dan seluruh warga sekolah diberi kesehatan untuk melaksanakan aktivitas seperti sediakala.
